Headline

Geger Mie Gacoan VS Ojol di Yogyakarta, Perlu Kearifan Semua Pihak


Faktatren.com – Kronologisnya, ada seorang driver ojol yang menerima order Mie Gacoan cabang Kota Baru dari customer. Setelah menunggu sekian lama penyelesaian order dari driver tersebut diloncati oleh driver lain yang datang belakangan. Tahu-tahu ordernya di-cancel sama customernya, mungkin karena kelamaan menunggu si customer jadi bosan.

Merasa jengkel si driverpun protes terhadap crew Mie Gacoan. Dan tak terima dengan protes tersebut si crew dibantu teman-temannya yang lain menyerang driver ojol tersebut.

Kejadianpun berbuntut panjang. Solidaritas para driver ojol itu terkenal solid sekali. Saat seorang driver mendapat masalah seperti itu, driver-driver yang lain akan turun membantu. Tak hanya driver dari satu aplikasi yang terlibat saja tapi driver dari semua aplikasi yang beroperasi di kota tersebut akan ikut turun. Bentrokan tak terhindarkan. Rame, polisi sampai turun tangan!

Siapa yang paling layak untuk disalahkan dalam peristiwa ini? Crew Mie Gacoankah? Driver ojolkah? Customer yang cancelkah? Atau pihak resto?

Sulit untuk buru-buru mengambil kesimpulan dalam hal ini meskipun pada akhirnya kesepakatan damai telah diambil dan salah satu isi kesepakatan tersebut adalah memecat enam crew Mie Gacoan yang dianggap memulai keributan.

Sebenarnya peristiwa ini tidak perlu terjadi andai masing-masing pihak mampu memahami peran dari pihak atau mitra kerja lain yang terlibat dalam rantai order makanan online ini dengan hati yang dingin dan jernih.

Resto semacam Mie Gacoan dengan item yang banyak pilihannya begitu bisa berlainan durasi penyelesaian ordernya, tergantung item-item yang dipesan. Jadi seorang driver gak perlu kaget dan marah jika dilewati penyelesaian ordernya oleh driver yang datang belakangan. Bisa jadi item yang dipesan oleh driver yang datang belakangan jauh lebih sedikit daripada yang dipesan oleh driver yang datang duluan. Apalagi tiap item lama pengolahannya juga berbeda-beda.

Selain itu resto seramai Mie Gacoan itu ramainya tidak mengenal peak time, apalagi untuk kota-kota yang dikenal sebagai kota pelajar seperti Malang dan juga Yogyakarta ini. Ramai orderannya bisa mulai buka sampai tutup. Para crew juga manusia biasa, yang punya rasa lelah, dan mungkin juga tengah membawa beban masalah saat bekerja. Kondisi ini bisa memicu stres dan mudah memantik emosi jika tersulut. Sebaiknya driver informasikan ke customernya secara baik-baik jika antrian memang masih panjang dan lama. Jangan gampang protes.

Sebaliknya pihak resto, mulai owner hingga crew, juga wajib memahami pola kerja para driver ojol. Tekanan yang dihadapi driver ojol di jalanan jangan disepelekan. Satu jam menunggu order selesai dengan upah minimal kurang lebih hanya Rp. 8.000 tentu sangat tidak sebanding.

Bagi para driver yang pekerjaan ojol hanya sebagai sambilan mungkin ini tidak akan terlalu jadi masalah tapi bagi mereka yang kejar tayang dan hidupnya memang benar-benar bergantung dari ojol waktu satu detikpun akan sangat penting artinya. Tetap hadapi mereka dengan ramah + 4S, Sapa, Salam, Senyum dan Sopan. Itu sudah standar di dunia hospitality, meskipun saat menghadapi komplain pelanggan.

Teruntuk para customer, jangan bengis dan egois. Terlebih lagi sadis. Jangan malas dan manja kayak babi baru beranak. Mentang-mentang punya privilege untuk kasih penilaian main pencet bintang satu aja buat driver. Atau main cancel seenaknya. Hargai jerih payah seorang driver yang telah rela berlelah-lelah demi kemalasan dan kemanjaan Anda.

Tahukah Anda jika seorang driver yang sebelumnya bisa mendapat paling tidak dua order dalam satu jam menjadi hanya dapat satu order saja dalam empat jam gara-gara bintang satu dari Anda? Itupun karena kebetulan, kebetulan ada order saat dia lewat dan kebetulan tak ada driver lain yang berada dalam jangkauan pemesan!

Sekali-sekali datanglah sendiri ke resto yang Anda inginkan agar Anda tahu bagaimana situasi yang sebenarnya di sana. Pahami dengan baik bagaimana proses order makanan Anda mulai dari diterima oleh seorang driver sampai tersaji di meja Anda agar Anda tidak sampai berbuat zalim dengan menimpakan semua yang terjadi kepada driver.

Untuk resto seramai Mie Gacoan orderan Anda bisa diterima oleh seorang driver dengan jarak hingga satu kilometer dari titik resto karena driver yang ngetem di resto tersebut telah habis akibat antrian yang panjang dan lama. Perjalanan ke resto sendiri sudah memakan waktu, belum antrinya sendiri, belum lagi jika terkena macet saat dalam perjalanan baik saat menuju resto maupun saat mengantar makanan. Milikilah empati jika masih merasa jadi orang!

Terakhir bagi para tuan-tuan kapitalis pemilik resto maupun pemangku aplikasi ojol. Karyawan atau mitra Anda bukanlah sapi perah yang bisa seenaknya Anda manfaatkan demi memenuhi selera keduniawian dan gaya hidup borjuis Anda semata. Mereka juga manusia seperti Anda semua. Mereka punya rasa juga punya keluarga, persis seperti Anda. Muliakanlah yang di bumi maka Anda akan dimuliakan oleh ‘Yang Di Langit’. Ciptakan suasana dan lingkungan kerja yang membuat mereka nyaman dalam menjalankan tugasnya.

Bagi operator aplikasi benahi sistem secara menyeluruh jika perlu, baik sistem penilaian maupun sistem fee dan insentif. Pertimbangkan untuk memberikan kompensasi untuk waktu tunggu penyelesaian order yang cukup lama. Teknisnya silahkan dirundingkan dengan para pemilik resto karena baik pihak operator aplikasi maupun pemilik resto tetap memperoleh keuntungan dalam hal ini sementara driver mengalami rugi waktu dan berimbas materi.

Bagi pemilik resto perhatikan betul kesejahteraan serta lingkungan kerja para karyawan. Tambah karyawan atau alat-alat produksi jika diperlukan untuk mempersingkat waktu penyelesaian order. Beri insentif atau bonus jika beban kerja karyawan overload. Beri karyawan waktu istirahat secukupnya. Dan yang lebih penting lagi tingkatkan skill karyawan yang langsung berhadapan dengan konsumen terutama skill komunikasi dan hospitality.

Ya, memang tak ada segala sesuatu yang sempurna termasuk sistem kerja berbasis aplikasi online ini. Usia aplikasi-aplikasi ojol yang ada saat ini barulah seumur jagung, masih berpotensi untuk terus dikembangkan. Hasil akhirnya akan sangat tergantung dengan niat apa dan dengan cara bagaimana sistem dan lingkup kerja aplikasi-aplikasi tersebut akan dikembangkan. Jika dengan penuh kearifan dan dengan niat ingin menciptakan keamanan, kenyamanan serta kesejahteraan bagi seluruh pihak yang terkait dalam mata rantai sistem perojolan ini inshaAllah kejadian seperti yang terjadi hari ini di Yogyakarta tidak akan pernah terulang lagi.

 

Penulis: Muhammad Ikhwan Jauhari

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close