Headline

Indonesia Menantang Jawara Perang Dunia 2

Indonesia Menantang Jawara Perang Dunia 2


FaktaTren.com – Perang Dunia 2 yang merupakan perang paling berdarah sepanjang sejarah manusia telah berakhir. Keluar sebagai pemenang ialah mereka yang disebut Allied, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “Sekutu”. mereka adalah 3 negara Adidaya :

  • Amerika
  • Inggris
  • Uni Sovyet (sekarang Rusia)

Beserta negara-negara pengikutnya seperti Perancis, Belanda dsb. mereka memenangkan perang melawan kubu yang disebut Axis :

  • Jerman Nazi
  • Italia
  • Jepang

Peperangan dimenangkan sekutu ditandai dengan jatuhnya kota Berlin oleh tentara Komunis Sovyet. Berlin adalah jantung pertahanan terakhir Jerman Nazi yang dipimpin Hitler. Sebelumnya Amerika juga telah membombardir Hiroshima dan nagasaki dengan Nuklir, serta Inggris yang berhasil merebut kantong-kantong pertahanan Jerman di Eropa. Semua itu menjadikan mereka sebagai Jawara dan juara perang dunia 2

Latar Belakang Perang Surabaya


Indonesia menemukan momentum untuk memerdekakan diri dengan jatuhnya Hiroshima dan nagasaki. singkat cerita Indonesia merdeka. Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tentara Inggris mendarat di Surabaya pada Tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda. Hal ini memicu perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara sekutu.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada malam hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia. sempat terjadi perundingan antara pemuda Surabaya dan Belanda, tapi berujung bunuh-bunuhan dengan Pistol. maka massa yang mengamuk langsung naik untuk merobek warna biru di bendera Belanda.

Peristiwa itu memicu konflik Indonesia dan sekutu, sampai Presiden Soekarno berhasil meredakan suasana. tapi gencatan senjata tak berlangsung lama, karena pimpinan tertinggi tentara Inggris, jendral Mallaby terlibat baku tembak dengan pemuda lokal dan terbunuh. setelah itu Inggris marah dan mengeluarkan Ultimatum agar warga Surabaya yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi pada tanggal 10 November 1945. Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat.

Jalannya Perang


Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan dari darat, laut, dan udara. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari dari NU yang mengerahkan santri-santri mereka dengan Resolusi Jihadnya, sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot. Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Setidaknya 16,000 pejuang dari pihak Indonesia gugur dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Sekutu kira-kira sejumlah 2000 tentara. Meskipun Inggris dan Belanda berhasil menduduki Surabaya, tapi perlawanan di Surabaya telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Allahu Akbar ! Merdeka !

 

Penulis

Bang Kamil Syaikhu

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close