Headline

Jalan Kaki, Malas atau Gengsi?

Jalan Kaki, Malas atau Gengsi?

Malas dan Gengsi


Kita pergi ke kedai yang jaraknya sepersekian meter dari rumah, gengsi ah kalau jalan kaki. Kita pergi ke mesjid yang jaraknya seperlemparan batu dari kos malas ah kalau harus jalan kaki, apalagi di musim hujan seperti sekarang. Banyak lumpur, aspal di jalan basah dan licin, nanti sendal jepit bisa lecek dan kotor. Sebenarnya kok bisa sih jalan kaki terabaikan sebegitunya oleh para pemilik kaki? hehe.

Jalan sepanjang 1000 meter kalau melaluinya dengan jalan kaki dan setengah hati aduh beratnya minta ampun. Capek, baru juga jalan 100 meter udah ngos-ngosan. Keringetannya kaya abis main futsal 2 babak plus tambahan waktu tanpa adu penalti. Tapi kalau melewatinya dengan kendaraan, semilir angin, dan tentu saja sepenuh hati dan perasaan riang gembira akan gak terasa capek. Melewati jalan 10000 meter dan bensin yang penuh terisi di tangki tentu sumringah dan senyum yang akan selalu terhias di wajah.

Nambah Emisi Karbon


Kebiasaan kita berjalan kaki, tergerus oleh makin banyaknya kendaraan pribadi seperti sepeda motor. Alih-alih kita beralih ke sepeda yang gak punya emisi karbon sama sekali, nyatanya kendaraan dengan emisi karbon makin menarik hanya untuk menempuh jarak yang pendek. Mungkin ini juga yang berpengaruh ke makin sedikitnya kalori dan lemak yang terbakar di badan kita karena makin jarang menggerakkan badan kita.

Bayangkan, sudahlah kita menambah emisi karbon di atmosfer bumi dengan asap-asap kendaraan kita itu hanya untuk menempuh jarak yang tak seberapa jauh itu. Kita tak turut pula mengurangi emisi lemak dan kalori di badan kit. Tentunya dengan aktifitas fisik, yang ada kita makin malas menggerakkan badan kita.

Kita jadi malas jalan kaki karena telah menikmati kendaraan pribadi. Keunggulannya tentu dari segi waktu tempuh yang lebih singkat, lebih mudah serta bisa membawa kita kemanapun. Kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi tentu terbawa-bawa untuk bepergian kemanapun. Sedangkan perkara gengsinya karena hanya kita seorang yang jalan kaki. Sementara teman atau tetangga ataupun lingkungan sekitar kita telah nyata menggunakan sepeda motor hanya untuk menempuh jarak yang begitu pendek. Tentu saja mata kita akan latah saat orang lain memiliki sesuatu, zaman sekarang gak keren kalau jalan kaki.

Yok Jalan Kaki


Kita jalan kaki untuk jarak maksimal 1 kilometer tentu tidak masalah bukan?. Kita boleh menggunakan kendaraan jika memang keadaan mendesak. Butuh waktu yang cepat untuk menyelesaikan sesuatu, ataupun kondisi jalan yang gak memungkinkan untuk berjalan kaki misalnya. Kita bisa memanfaatkan apa yang sudah terpasang ke badan kita, sudahlah ori, awet, gratis lagi.

Padahal jalan kakinya ke mesjid loh, cuma 200 meter dari rumah. Padahal jalan kakinya ke kedai di ujung gang loh, yang jaraknya tak sampai 100 meter dari rumah kita.


Penulis: Wahyu Kurniawan

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close