Headline

Cara Hidup Di Kaki Gunung Api

gunung api bromo

FaktaTren.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang berada pada wilayah yang disebut cincin api pasifik yaitu suatu negara yang dianugerahi dengan alam yang indah, sumber alam yang melimpah namun juga harus siap dalam menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi salah satunya letusan gunung api.

Negara Indonesia memiliki 129 gunung api aktif atau sekitar 13% dari gunung api di dunia, yang tersebar luas di seluruh indonesia dan lebih dari 10% populasi penduduk Indonesia berada di Kawasan rawan bencana gunung api.

Sebagai negara yang memiliki banyak gunung api dan berpotensi rawan bencana, tidak hanya tanggung jawab pihak tertentu namun juga tanggung jawab kita semua sebagai penduduk yang berdomisili di sekitaran gunung api agar kiranya dapat meminimalisir terjadinya banyak korban ketika bencana letusan gunung api datang.

Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa letusan gunung api merupakan proses alam yang belum dapat dicegah, untuk menekan angka kerugian dan korban maka diperlukan penanggulangan bencana berikut diantaranya:

Siaga Bencana Geologi Gunung Api:

  • Melakukan pengamatan dan pemantauan gunung api aktif
  • Mempelajari tingkah laku dan aktivitas semua gunung api aktif sehingga usaha perkiraan erupsi dan bahayanya akan tepat dan cepat.
  • Melakukan pemetaan kawasan rawan bencana gunung api untuk menentukan rawan bencana gunung api, tempat yang aman jika terjadi letusan, tempat pengungsian, alur pengungsian, puskesmas. Hingga saat terjadi peningkatan aktivitas/letusan sudah siap dengan peta operasional lapangan.
  • Mengosongkan kawasan rawan bencana III (Siaga III: peningkatan kegiatan semakin nyata cenderung diikuti letusan/erupsi). Mengosongkan dari hunian tetap karena rawan terjadi letusan gunung (lava, awan panas, jatuhan piroklastika).
  • Melakukan usaha preventif: upaya mengurangi bahaya dengan membangun tanggul penahan lava.

Langkah langkah diatas tentunya dilakukan oleh pihak yang berwenang atas penanggulangan bencana negara, lalu bagi penduduk sekitar kawasan gunung api apakah hanya diam saja menunggu instruksi dari pihak-pihak tersebut?

Penduduk sekitar dapat belajar mandiri dengan mengamati tanda-tanda alam terhadap adanya peningkatan aktivitas gunung api, hingga dapat memprediksi sedini mungkin.

Lalu Apa Saja Tanda-tanda Alam Tersebut?

Tanda-tanda Alam

  • Peningkatan suhu udara, pada umumnya suhu udara akan mengalami peningkatan yang tidak biasa saat aktivitas vulkaniknya meningkat.
  • Sering terdengar suara gemuruh
  • Sumber mata air sekitar mengering
  • Terkadang tercium bau belerang yang menyengat di sekitar area
  • Banyak tumbuhan yang layu
  • Migrasi hewan
  • Sering terjadi gempa Vulkanik
  • Munculnya awan panas
  • Terjadi hujan abu

Siaga Bencana Mandiri

  • Menjaga Keselamatan Saat Letusan

    Pada saat terjadi letusan gunung api maka persiapkanlah diri anda jika terjadi peningkatan vulkanisme atau jika terjadi tanda-tanda alam seperti diatas. Bersiaplah berlindung dan mengungsi, perhatikan dengan baik rencana atau titik kumpul dan jalur evakuasi yang telah ditentukan oleh pihak berwenang.

  • Tas Siaga Bencana

    Jika suatu saat benar-benar terjadi bencana maka sebelumnya persiapkanlah perlengkapan yang kiranya penting untuk dibawa ketika mengungsi dalam suatu tas yang cukup besar namun ringan dan kuat, isi dari tas siaga diantaranya dapat berupa:

    – Digitalkan seluruh dokumen penting kemudian dapat disimpan pada media digital seperti memori, kirim ke email atau pada penyimpanan cloud. Kemudian copy atau scan dokumen penting masukkan dalam plastik anti air. Hal ini dapat menjadi alternatif penyelamatan dokumen.
    – Uang secukupnya masukkan dalam plastik kedap air.
    – Senter dan baterai sebagai upaya kalau tidak ada listrik.
    – Kotak p3k
    – Pakaian hangat dan selimut tipis
    – Makanan dan minuman darurat, siap saji dan sehat
    – Siapkan hp atau alat komunikasi cadangan jika ada
    – Kacamata pelindung debu
    – Masker jika ada N95 yang dapat menyaring debu
    – Kantong tidur jika ada
    – Periksa dan pastikan tas secara berkala agar tidak ada makanan dan obat-obatan yang kadaluarsa.

  • Saat Bencana Terjadi

    – Hindari daerah rawan bencana lereng gunung,lembah dan aliran lahar
    – Jauhi daerah berangin untuk menghindari hujan abu
    – Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh
    – Kenakan kacamata dan masker
    – Lakukan evakuasi dengan tenang dan tidak panik
    – Ada peringatan evakuasi maka ikutilah dengan tenang dan bawalah tas siaga yang sudah dipersiapkan.
    – Jika diminta mengungsi maka ikutilah karena bahaya gas panas, abu lahar dan batu yang senantiasa bisa datang.
    – Jika belum ada perintah mengungsi dari pihak berwenang maka tetap tinggal dirumah tutup jendela dan pintu namun tetap selalu siaga.

Setelah Letusan Gunung Berapi Usai Apakah Semua Telah selesai dan aman?

Walaupun letusan telah berhenti belum tentu bahaya berakhir, hindari terlebih dahulu beberapa kegiatan berikut:

  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu karena dapat merusak organ pernapasan.
  • Hindari berkendara di wilayah hujan abu karena dapat merusak bagian kendaran
  • Jikalau tempat tinggal telah dinyatakan aman dari pihak berwenang dan masih dapat ditinggali kembali maka dapat mulai membersihkan rumah dan tetaplah terhubung dengan alat komunikasi untuk mengetahui aktivitas terkini gunung api.

Masyarakat yang berdomisili pada wilayah-wilayah rawan bencana terkhusus bencana gunung meletus seyogyanya masyarakat juga harus sadar bencana, sehingga dapat dengan bijak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Negara Indonesia yang begitu unik dengan kekayaan dan sumber alam yang melimpah sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat penghuni negara ini terus bersyukur tiada henti dan senantiasa menjaga kelestarian alam demi menjaga kesejahteraan hidup bersama. Walaupun, ada kalanya alam belum bersahabat dengan kita mungkin hal tersebut sang pencipta ingin tunjukkan agar manusia introspeksi diri atas apa yang telah dilakukannya terhadap alam, sehingga alam enggan bersahabat dengan kita, sebab dibalik bencana yang menerpa ada sebab yang mendasarinya dan akibat yang ditimbulkannya serta hikmah yang dapat dipetik akhirnya.

Referensi:

  • Noor, Djauhari. (2014). Pengantar Mitigasi Bencana Geologi.Yogyakarta: CV Budi Utama.
  • Nuraeni, Rani. (2019). Siaga Bencana Letusan Gunung Api. Bandung: Penerbit duta.
  • Yulaelawati, Ella dkk. (2007). Mencerdasi Bencana.Jakarta: PT Grasindo.

 

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close