Headline

Perhelatan yang Sesuai: Walimah (Pesta Pernikahan)

wedding-faktatren

FaktaTren.com – Suatu pernikahan tentunya erat hubungan dengan walimah (pesta pernikahan), terkadang bagi sebagian masyarakat pada umumnya pesta pernikahan atau walimah digelar berlebihan hingga keluar dari syariat Islam. Mengesampingkan syariat atas tradisi yang seakan mendarah daging dalam lungkup kehidupan masyarakat.

Bukankah suatu pernikahan merupakan bentuk perbuatan yang mulia, maka hendaklah suatu pernikahan yang mulia tidak diawali dengan sesuatu diluar syariat hingga akhirnya akan mengurangi keberkahan didalaam pernikahan tersebut. Mari sama kita bahas seputar pesta pernikahan atau walimah menurut tuntunan Al-quran dan sunah Rasulullah Saw.

Apa itu Walimah dan Perlukah Dilakukan?

Walimah berasal dari kata al-walm yang artinya kumpulan karena dua mempelai berkumpul. Berdasarkan istilah merupakan makanan yang secara sengaja dihidangkan dalam prosesi pernikahan. Dalam Al-quran dijabarkan bahwa walimah merupakan makanan acara pernikahan atau makan yang sengaja disediakan untuk  acara tertentu.

Para ulama sepakat bahwa hukum walimah adalah sunah muakad (sunah yang sangat dianjurkan)

Rasulullah pernah bersabda kepada Abdurahman bin Aruf  “Adakanlah walimah, meskipun hanya menyembelih seekor domba”. Kemudian rasulullah juga bersabda Ketika Ali ra meminang Fatimah ra “setiap pernikahan sebaiknya desertai walimah” (H.R.Ahmad). Berdasarkan Beberapa hadits nabi diatas maka dapat dikatakan bahwa kegiatan walimah sangat perlu diadakan.

Lantas Bagaimana Pula Hukum Menghadiri Walimah?

Jika menyelenggarakan walimah adalah sunnah muakad maka menghadiri walimah adalah wajib  bagi setiap orang yang telah diundang. Hal ini didasari akan pentingnya acara tersebut dan turut serta berbahagia  dan menyenagkan hati yang mengundang. Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Rasulullah pernah bersabda “Siapa yang sengaja tidak menghadiri undangan, maka  ia telah bermaksiat kepada Allah dan rasulnya” (H.R. Bukhari).

Walimah Sesuai Tuntunan Rasulullah saw

Hal-hal yang disunahkan dalam walimah pernikahan

  • Hendaknya walimah diselenggarakan selama 3 hari setelah laki-laki masuk ke dalam rumah perempuan yang dinikahi (setelah akad). Sesuai sabda Nabi  diriwayatkan dari Anas “nabi menikahi shafiyyah dan beliau menjadikan pembebasanya (dari perbudakan) sebagai mahar untuknya,lalu beliau melakukan walimah selamaa tiga hari” (H.R. Abu Ya’la)
  • Hendaknya mengundang orang-orang yang shalih Ketika mengadakaan walimah, baik dari kalangan orang fakir maupun orang kaya. Sessuai sabda nabi “janganlah engakau bersahabat kecuali dengan orang-orang yang beriman,dan jangaanlah makanaanmu dimakan kecuali orang yang bertaqwa” (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, Al-Haqim).
  • Hendaknya menyelenggarakan walimah dengan menyembelih seekor dombaa jika mampu.Berdasarkan sabda nabi diriwayatkan Anas tentang penafsiran Nuwah Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu,adakanlah walimah dengan (menyembelih) seekor domba.

Bolehnya Mengadakan Walimah dengan Menyuguhkan Selain Daging

Islam tidak memberatkan hambanya maka walimah dapat dilakukan tanpa adanya penyuguhan daging dan dapat diganti dengan makanan apa saja yang memungkinkan untuuk disuguhkan. Sesuai dengan hadit nabi “pernah singgah disuatu tempat antara khaibar dan Madinah selama tiga malam,dimana  pada saat itu beliau menikahi sofiyyah. Akupun  mengundang kaum muslimin untuk menghadiri walimah pernikahan beliau. Dalam walimah itu tidak ada roti dan tidak pula daging. Dalam walimah itu (tidak ada makanan apapun) kecuali beliau memerintahkaan untuk (menggelar) tikar yang terbuat dari kulit yang telah disamak,maka tikar itupun digelar”.

Keikut-sertaan orang-orang Kaya dalam Mempersiapkan Walimah

Orang-orang yang memiliki kelebihan harta disunahkan untuk membantu dalam penyelenggaaraan walimah. Nabi bersbda “barang siapa yang memiliki sesuatu (makanan) maka hendaklah ia membawanya (kesini)”.

Haramnya Mengkhususkan Undangan Hanya untuk Orang-orang Kaya

Tidak dianjurkan bahkan diharamkan jika mengundang hanya orang-orang kaya saja dan tidak mengikut sertakan orang-orang miskin.Sesuai dengan sabda rasulullah “seburuk-buruk  makanan adalah makanan walimah yang didalamnya hanya orrang-orang kaya saja yang diundang, sementara orang-orang miskin tidak diundang. Barang siapa yang tidak menghadiri walimah, maka telah mendurhakaan Allah dan rasulnya “ (H.R.Muslim).

Kewajiban Menghadiri Undangan

Menghadiri sutu walimah hukumnya wajib sesuai sabda nabi “bebaskanlah orang yang ditawan  (oleh musuh dengan menggunakaan harta atau yang lainya):patuhilah panggilan orang yang mengundang:dan jenguklah orang yang sakit” (H.R. Bukhari).

Menghadiri Undangan Meski sedang Berpuasa

Meski sedang berpuasa hendaklah tetaap menghadiri undangan seperti sabda nabi “jika diaantara kalian diundang disebuah jamuan makan, maka hendaklah ia mematuhi uundangan tersebut, jika sedang tidak berpuasa maka ikutlah makan, namun jika sedang puasa maka hendaknya memohonkan ampuunan dan  mendoakan keberkahan untuktuan rumah “ (H.R.Muslim)

Seiring dengan perkembangan zaman maka kegiatan walimah sering disalah artikan dengan penyelenggaraan super mewah tanpa memikirkan biaya dikemudian hari yang tidak jarang membuat susah diri sendiri akibat kurang memahami anjuran rasulullah saw, namun jikalau dirasa suatu walimah diselenggaraakaan mewah dan masih dalam koridor tuntunan nabi tidak membawa mudharat bagi penyelenggara hal tersebut boleh saja sesuai dengaan kemampuan dan kebutuhan keluarga tersebut, namun perlu diingat memerlukan beberapaa faktor-faktor yang perlu difikirkan agar  biaya tidak membengkak  dan akhirnya menyalaahi aturan rasul.

Faktor-faktor yang Harus Dipikirkan Ketika akan Walimah

  • Tema Pernikahan
    Lakukan pemilihan sesuai dengan kebutuhan, buatkalah table khusus anggaran, lalu di-breakdoun agar anggaran tidak membengkak.
  • Tanggal, Bulan, Tempat, dan Waktu
    Tradisi masyarakat Indonesia yang harus menentukan tanggal,bulan,tempat dan waktu yang baik bisa jadi hal ini akan membutuhkan biaya yang lebih besar, pada dasarnya menurut rasul tanggal,bulan,tempat,dan waktu apa saja itu adalah baik. Tidak ada yang buruk atau baik.
  • Panitia Penyelenggara Pernikahan
    Tidak seluruh kegiatan dapat ditangani oleh mempelai maka dibutuhkan panitia untuk membantu segala macam persiapanya hingga dibutuhkan ucapan terimakasih bagi panitia dan perlu difikirkan anggaranya.
  • Undangan
    Buatlah undangan yang simple tidak ribet dengan disain ringan, indah namun inopatif. Untuk menekan biaya produksi dan pengiriman jikalau undangan memerlukan jasa pengirimaan.
  • Hidangan
    Sesuaikan hidangan dengan tamu yang akan diundang. Pastikaan hidangan lebih banyak dibaanding undangan sebab budaya Indonesia menghadiri undangaan dengaan keluarganya juga. Maka cermatlah dalam memilih siaapa  saja yang akan diundang lakukanlah siapa yang proiritas.
  • Dekorasi
    Dekorasi semakin berkembang yang tentunya akan menggiurkan, namun ingat fikirkan biaya.
  • Busana dan Rias pengantin
    Busana dan rias pengantin tentunya juga beragam, sekali lagi bijaklah dalam  memilih
  • Foto dan video shooting
    Jika dipandang perlu hal ini dapat dipikirkan juga.
  • Souvenir
    Jika dipandang perlu cendra mata untuk tamu yang telah hadir perlu di pikirkan.

Beberapa faktor-faktor persiapan walimah diatas hanyalah gambaran yang perlu difikirkan oleh mempelai dan keluarga namun juga dipertimbangkan sesaui dengan kemampuan yang dimiiliki. Sebab rasulullah mengajarkan bahwa laksanakanlah walimah semampunya yang perlu diingat bahwa kehidupan setelah walimah  lebih banyak biaya.

Referensi:

  • Miftahuljannah, Honey. (2014). Ta’aruf, Khitbah, Nikah, & Talak Bagi Muslimah. Jakarta: PT. Gasindo
  • Murad, Musthafa. (2021). Malam Pertama Pernikahan dan Walimah (Pesta) Pernikahan. Hikam  Pustaka.
  • Widiatmoko, Hani. (2014). Ketika Anaakku Siap Menikah. Jakarta. Kompas Gramedia.
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close