Headline

7 Fakta Temuan Migrant Care Terkait Penjara Milik Bupati Langkat

7 Fakta Temuan Migrant Care Terkait Penjara Milik Bupati Langkat

FAKTATREN.COM - Kelompok hak asasi manusia (HAM) Migrant Care mengungkap fakta mengejutkan ihwal Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Migrant Care, rumah sang Bupati memiliki penjara yang diduga untuk memperbudak para pekerja sawit.

Salah seorang aktivis Migrant Care, Anis Hidayah menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat di Sumatera Utara, bahwa Terbit Rencana Perangin Angin diduga melakukan praktik perbudakan modern terhadap puluhan pekerja kelapa sawit di rumahnya.

Menyikapi laporan itu, Migrant Care melakukan penelusuran atas dugaan praktik perbudakan tersebut. Terungkap fakta mengejutkan, bahwa terdapat penjara di belakang rumah Terbit Rencana Perangin Angin.

Berikut 7 Fakta Temuan Migrant Care Terkait Penjara Milik Bupati Langkat

Mengutip akun TikTok Anis Hidayah, ada tujuh fakta ihwal dugaan perbudakan di rumah Bupati Terbit Rencana Perangin Angin.

  1. Di lahan belakang rumah Bupati Langkat ditemukan ada kerangkeng manusia yang menyamai penjara (besi dan digembok), yang dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya.

  2. Ada dua sel di dalam rumah bupati yang digunakan untuk memenjarakan 40 orang pekerja setelah mereka bekerja.

  3. Para pekerja yang diperkerjakan di kebun kelapa sawitnya, sering menerima penyiksaan, dipukuli sampai lebam-lebam, dan sebagian mengalami luka-luka.

  4. Para pekerja tersebut diperkerjakan di kebun sawitnya selama 10 jam, dari pukul 8 pagi sampai pukul 6 sore.

  5. Setelah mereka bekerja, dimasukkan ke dalam kerangkeng/sel dan tidak punya akses kemana-mana.

  6. Setiap hari mereka hanya diberi makan 2 kali sehari.

  7. Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji.

Kasus Pengaturan Proyek

KPK menjelaskan, Terbit diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan paket proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat.

Terbit ditangkap dalam OTT KPK pada pada Selasa (18/1/2022) di kediaman pribadinya. Namun, saat didatangi pihak KPK, Terbit sudah tidak ada dan diduga sengaja menghindar dari kejaran tim KPK.

Selanjutnya, tim KPK mendapatkan informasi bahwa Terbit datang menyerahkan diri ke Polres Binjai dan sekitar pukul 15.45 WIB dilakukan permintaan keterangan terhadap yang bersangkutan.

Selain menangkap para pihak terkait, penyidik KPK juga menyita barang bukti uang Rp. 786 juta.


@anishidayah_76

Usut tuntas dugaan perbudakan thp pekerja sawit bupati Langkat OTT KPK. pekerjanya di kerangkeng di rumahnya dan disiksa

♬ original sound - anishidayah_76 anis hidayah


[INDOZONE

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close