Headline

Jadi Mualaf, Anak Band Hardcore Ini Tinggalkan Alkohol hingga Zina

Jadi Mualaf, Anak Band Hardcore Ini Tinggalkan Alkohol hingga Zina

FaktaTren.com - Memiliki masa lalu kelam tidak menjadi halangan untuk seseorang bisa berubah menjadi lebih baik. Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan hidayah Islam kepada siapa pun yang Dia kehendaki, tidak peduli apa pun latar belakangnya.

Seperti halnya kisah seorang anak band aliran heavy hardcore bernama Deen yang akhirnya memilih menjadi mualaf. Setelah melalui perjalanan hidup berliku, Deen pun menemukan ketenangan dalam ajaran agama Islam.

Kehidupan Deen ketika masih menjadi musisi musik hadrcore sangat dipenuhi hal-hal tidak terpuji.

Misalnya, mengonsumsi alkohol, berzina, dan segala hal yang dilarang dalam ajaran agama.

Sebenarnya sebelum berpindah keyakinan, Deen adalah seorang penganut agama. Keluargan Deen bisa dibilang taat beragama. Terbukti, ayahnya merupakan seorang pemuka agama dan sang adik pun berniat mengikuti jejak sang ayah.

Jadi pada dasarnya Deen bukanlah sosok yang sama sekali tidak mengenal agama. Pencariannya terhadap Islam dimulai ketika Deen mulai muak dengan kehidupannya. Hal ini berujung pada pemikiran Deen bahwa ia harus mencari ‘kebenaran’.

Ia mulai mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, termasuk juga konspirasi yang berkaitan dengan beberapa agama. Hingga pencariannya berujung pada pertemuan dengan Syekh Ahmeed Deedad. “Dia orang pertama yang mengenalkan Islam kepadaku,” ujarnya.

Menurut penggambaran Deen, Syekh Ahmeed Deedad adalah seseorang Muslim yang memahami agama terdahulunya dengan baik, bahkan lebih baik dari Deen yang memang kala itu penganutnya. “Semua yang ia katakan adalah benar,” lanjut Deen.

Berawal mengenal Islam dari Ahmeed Deedad, pencarian Deen terhadap Islam terus berlanjut.

Deen pun menemukan sosok dr Zakir Naik dan mualaf bernama Yusuf Estes.

Ia kerap menonton kedua tokoh tersebut ketika menyampaikan materi kajian Islam. Lambat laun, Deen tertarik membaca kitab suci Alquran.

Menurut Deen, terasa ada perbedaan ketika membaca Alquran dan kitab lamanya. Selama membaca kitab suci umat Islam ini, Deen mengatakan seolah-olah Allah Subhanahu wa ta’ala tengah berbicara langsung kepadanya.

Pada akhirnya Deen mengucapkan dua kalimat syahadat di salah satu masjid di kawasan Sydney, Australia. Tanpa ia sadari, momen bersyahadat ternyata bertepatan dengan malam pertama Ramadhan. Ia melihat ramainya masjid kala itu dan membuat hati Deen terasa begitu indah.

[berbagisemangat.com]

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Type and hit Enter to search

Close